JAKARTA, KOMPAS.com - Khatib shalat Idul Adha 1430 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/11), guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ridwan Lubis, mengatakan, Islam terbentuk dari tiga karakter.
"Islam sebagai agama yang datang terakhir dibangun oleh tiga karakter yang membedakannya dari agama yang lain," kata Ridwan di hadapan ribuan jemaah.
Dia menyebutkan persamaan derajat sebagai karakter pertama Islam. Seluruh umat Islam sama derajatnya, tidak peduli ras, garis keturunan, harta dan kekuasaan. "Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya," ujar Ridwan Lubis.
Menurut dia, aktualisasi persamaan derajat muncul dalam setiap sendi kehidupan umat Islam yang titik kulminasinya adalah pada pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena setiap muslim sama derajatnya, maka tambah dia, setiap muslim dapat menghasilkan yang terbaik bagi kehidupan manusia. Persamaan derajat itu menjadi dasar demokrasi.
Kemudian, karakter kedua adalah keilmuan dan kehidupan bersahaja. "Jika masyarakat sebelum Islam acapkali bertentangan dengan ilmu pengetahuan maka Islam datang dengan semangat selaras dengan keilmuan," kata Ridwan.
Islam percaya jika seluruh tindakan manusia harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, karena itu, menurut dia, pengetahuan tidak boleh lepas dari nilai-nilai. "Setiap muslim tanpa membedakan tingkat keilmuannya dapat berpeluang menjadi muslim paripurna," ujarnya.
Karakter ketiga, menurut Ridwan, adalah kemajuan. "Islam memperkenalkan konsep baru tentang kemajuan. Selama 600 tahun terakhir Islam telah menyumbangkan berbagai kemajuan kepada umat manusia," ujarnya seraya menekankan pentingnya keseimbangan ilmu dunia dan agama.
nah sudah menjadi muslim yang baikkah kita? mari berintrospeksi diri di Lebaran Haji ini :)
No comments:
Post a Comment